BeritaIbadahPersyarikatan

AMM Piyungan Gelar Kajian Iktikaf #16, Hadirkan Tokoh Nasional hingga Akademisi

BANTUL, muhammadiyahbantul.id — Menghidupkan malam-malam Ramadan dengan ilmu dan refleksi. Itulah semangat yang diusung Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Piyungan melalui Kajian Iktikaf #16.

Kegiatan ini digelar selama sepuluh malam berturut-turut pada 9–18 Maret 2026, bertepatan dengan momentum mendekati sepuluh malam terakhir Ramadan. Rangkaian kajian akan berlangsung di sejumlah masjid di Piyungan dan sekitarnya setiap pukul 20.15–22.00 WIB, serta dapat diikuti secara langsung maupun melalui siaran langsung YouTube AMM Piyungan.

Kajian Iktikaf menjadi agenda tahunan yang bertujuan menghidupkan tradisi intelektual dan spiritual di bulan suci. Tidak hanya memperdalam ibadah, kegiatan ini juga menghadirkan pembahasan isu-isu strategis umat dan bangsa. Sebab, bulan Ramadan bukan hanya momentum meningkatkan ibadah personal, tetapi juga saat yang tepat untuk memperkuat kesadaran sosial, intelektual, dan gerakan dakwah yang solutif.

Kajian Iktikaf #16 menghadirkan beragam tokoh nasional, akademisi, hingga pimpinan Muhammadiyah dengan tema yang beragam, mulai dari dakwah kolaboratif, geopolitik global, hingga etika bermedia sosial.

Malam pertama pada Senin (9/3) akan dibuka dengan kajian bertema “Menguatkan Dakwah Solusi, Menggerakkan Dakwah Kolaborasi” yang disampaikan oleh Dr. H. Muh. Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A., Ketua PWM Daerah Istimewa Yogyakarta, bertempat di Masjid Al Mustaghfirin, Munggur, Srimartani.

Pada malam berikutnya, Selasa (10/3), M. Rofiq Muzakkir, Lc., M.A., Ph.D., Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, akan membahas Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai solusi penyatuan umat dan kolaborasi global Muhammadiyah di Masjid Al Huda, Karanganom, Sitimulyo.

Diskusi mengenai dinamika global juga akan hadir melalui kajian Prof. Faris Al-Fadhat, M.A., Ph.D., Guru Besar Ekonomi dan Politik Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, yang mengupas dampak konflik internasional negara adidaya bagi Indonesia pada Rabu (11/3) di Masjid At Taqwa, Payak, Srimulyo.

Isu lingkungan dan gerakan ekologi juga menjadi perhatian dalam kajian ini. Rahmawati Husein, MCP., Ph.D., Ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) PP ‘Aisyiyah, akan mengangkat tema Ekoteologi Muhammadiyah pada Kamis (12/3) di Masjid Al Falah, Wanujoyo, Srimartani.

Sementara itu, generasi muda juga diajak memahami etika bermedia digital melalui kajian Fikih Bermedsos dan Adab Digital oleh Niki Alma Febriana Fauzi, S.Th.I., M.Us., dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, pada Jumat (13/3).

Topik dakwah yang relevan bagi generasi muda akan disampaikan Dr. Muhammad Najih Farihanto, S.I.Kom., M.A., dosen Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan, yang membahas strategi kreatif dan responsif dalam dakwah Gen Z, pada Sabtu (14/3).

Rangkaian kajian selanjutnya juga menghadirkan pembahasan tentang negara dan keadilan, ketahanan pangan, hingga praktik dakwah solusi dalam menjawab persoalan sosial ekonomi umat.

Puncaknya, pada Rabu (18/3), dr. H. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M.Kes., Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, akan menutup rangkaian Kajian Iktikaf dengan tema “Optimisme Gerakan Islam Berkemajuan: Kolaborasi Warga Muhammadiyah dalam Membangun Peradaban Baru” di Masjid Al Muttaqin, Bintaran Wetan, Srimulyo.

Melalui kegiatan ini, AMM Piyungan mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memanfaatkan malam Ramadan dengan kegiatan yang bernilai ibadah sekaligus memperluas wawasan. Masyarakat dipersilakan hadir langsung di lokasi kajian atau mengikuti siaran langsung melalui kanal YouTube AMM Piyungan.

Sumber : news.mediamu.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *