BeritaPersyarikatanSosial

Wabup Bantul: IPM Harus Memberikan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

BANTUL – Wakil Bupati Bantul, H. Aris Suharyanta, S.Sos., M.M., membuka Musyawarah Daerah (Musyda) XXVI Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Bantul yang digelar pada Jumat (15/5/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Transformasi Kepemimpinan: Harmonisasi, Kebijakan, Kolaborasi Gerakan.”

Dalam sambutannya, Aris Suharyanta menegaskan bahwa gerakan IPM tidak boleh hanya dirasakan manfaatnya oleh anggota organisasi semata, tetapi juga harus mampu memberi dampak positif bagi masyarakat luas, khususnya di Kabupaten Bantul dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menurutnya, pelajar Muhammadiyah memiliki peran strategis dalam menjawab berbagai persoalan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini.

Ketua Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Bantul periode 2023–2025, Syauqi Marsa Taqiyuddin, menjelaskan bahwa Musyda akan berlangsung hingga Minggu mendatang dengan sejumlah agenda utama, mulai dari laporan pertanggungjawaban kepengurusan, sidang komisi rekomendasi strategis, pembahasan program kerja, hingga pemilihan formatur kepemimpinan baru.

Ia juga memaparkan sejumlah program unggulan IPM Bantul, salah satunya melalui pengembangan seni dan budaya sebagai ruang ekspresi positif bagi pelajar. Program tersebut diwujudkan dalam kegiatan panggung apresiasi budaya, seni, dan keislaman.

Selain itu, IPM Bantul juga aktif merespons persoalan sosial remaja, termasuk tingginya angka kehamilan usia dini dan pernikahan anak. Untuk itu, IPM menggelar berbagai forum diskusi bersama sejumlah pihak, termasuk pemerintah daerah.

“Kami pernah mengadakan diskusi bersama Ibu Bupati terkait bahaya kehamilan di bawah umur dan pernikahan dini,” ujar Syauqi.

Di bidang kaderisasi, IPM Bantul juga terus memperkuat program Taruna Melati sebagai ruang pembinaan kader muda Muhammadiyah. Menurut Syauqi, kaderisasi menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi penerus organisasi di masa mendatang.

Musyda XXVI IPM Bantul turut dihadiri Ketua DPRD Bantul Hanung Raharjo, anggota DPRD DIY Arny Tyaspalupi, serta sejumlah anggota DPRD Bantul seperti Paidi, Any Widayani, Hery Fahamsyah, dan Suwandi.

Sementara itu, Ketua PDM Bantul, H. Arba Riksawan Qomaru, S.E., menyampaikan bahwa Musyda IPM tahun ini harus menjadi momentum lahirnya gerakan pelajar yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, berbagai persoalan remaja di Bantul saat ini semakin kompleks, mulai dari perkelahian hingga fenomena klitih. Karena itu, diperlukan keterlibatan semua pihak, termasuk IPM, untuk ikut menghadirkan solusi.

“IPM harus mampu memberikan kontribusi dalam memberdayakan pelajar dan menjawab persoalan generasi muda di Kabupaten Bantul,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat pelajar berdaya yang selama ini diusung IPM perlu terus diperkuat, terutama dalam mendukung keluarga dan lingkungan agar lebih optimal dalam mendampingi perkembangan anak dan remaja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *