Pertama Kali, KBIHU Aisyiyah Bantul Kelola dan Sembelih 543 Kambing Hadyu Jamaah Haji
BANTUL – KBIHU Aisyiyah Bantul mencatat sejarah baru dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 dengan melaksanakan penyembelihan hewan hadyu (dam) jamaah haji tamattu’ di tanah air. Sebanyak 543 ekor kambing disembelih dan didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima manfaat.
Program ini merupakan pelaksanaan perdana yang dilakukan sesuai dengan edaran resmi Kementerian Agama serta fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengenai pengelolaan hadyu di Indonesia.
Pelaksanaan program melibatkan sinergi berbagai unsur Muhammadiyah di Kabupaten Bantul. Secara teknis, kegiatan dikoordinasikan oleh Lazismu Bantul dengan dukungan Jaringan Tani Muhammadiyah (Jatam) Klaster Kambing dan Domba serta Jaringan Peternak Muhammadiyah (JPM) dalam penyediaan hewan kurban.
Perwakilan KBIHU Aisyiyah Bantul, H. Aris Samsugito, menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut dibangun untuk memastikan pelaksanaan hadyu berjalan sesuai syariat Islam, tertib, aman, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
“Kambing yang digunakan telah melalui proses seleksi ketat, baik dari sisi kesehatan, bobot, maupun kesesuaiannya dengan ketentuan syariah,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).
Proses penyembelihan dilaksanakan di Rumah Potong Hewan (RPH) Segoroyoso dengan melibatkan para juru sembelih dari komunitas JagalMu (Jagal Muhammadiyah) yang telah memiliki kompetensi dan pengalaman dalam penyembelihan halal.
Selain itu, setiap hewan yang akan disembelih terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas terkait. Seluruh proses juga mendapat pengawasan dari tim KBIHU Aisyiyah Bantul dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bantul guna memastikan pelaksanaan berjalan sesuai prosedur.
“Penimbangan dan pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh sebelum penyembelihan. Kami ingin memastikan seluruh tahapan memenuhi standar yang telah ditetapkan,” jelas Aris.
Setelah penyembelihan, daging hadyu kembali diperiksa oleh dokter hewan untuk menjamin kualitas dan kelayakan konsumsi sebelum disalurkan kepada penerima manfaat.
Pendistribusian daging dilakukan melalui jaringan relawan kantor layanan Lazismu di 20 cabang Muhammadiyah se-Kabupaten Bantul. Penyaluran mengacu pada data penerima yang telah diverifikasi dan masuk kategori fakir miskin.
Sementara itu, perwakilan Lazismu Bantul, Ahmad Sholihin, menyampaikan bahwa total 543 ekor kambing hadyu disembelih selama hari-hari tasyrik. Distribusi dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi agar dapat menjangkau seluruh wilayah layanan secara merata.
Menurutnya, sistem pengelolaan hadyu yang diterapkan tahun ini juga dilengkapi dengan mekanisme pelacakan atau traceability. Melalui sistem tersebut, asal hewan dari peternak, proses penyembelihan, hingga lokasi distribusi dapat ditelusuri dengan baik melalui dokumentasi yang tersedia.
“Melalui sistem ini, proses pengelolaan hadyu menjadi lebih transparan dan akuntabel sehingga jamaah dapat mengetahui bahwa amanah yang diberikan telah dilaksanakan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Program penyembelihan hadyu ini tidak hanya menjadi bentuk pelaksanaan syariat bagi jamaah haji tamattu’, tetapi juga menjadi wujud kepedulian sosial Muhammadiyah dengan menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Bantul.

