PRM UGM Resmi Dikukuhkan, Perkuat Dakwah Muhammadiyah di Kampus Negeri
YOGYAKARTA – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi dikukuhkan pada Selasa (14/4/2026) di Hotel University Club UGM. Pengukuhan ini menjadi tonggak sejarah sebagai periode pertama berdirinya PRM di lingkungan kampus negeri terkemuka tersebut.
Acara pengukuhan dihadiri oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., Direktur Sumber Daya Manusia UGM Prof. Suadi, S.Pi., M.Agr.Sc., Ph.D., Wakil Ketua PWM DIY Dr. Ridwan Furqoni, M.P.I., serta jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Depok. Turut hadir pula warga Muhammadiyah yang merupakan bagian dari civitas akademika UGM.
Pembentukan PRM UGM telah diinisiasi sejak tahun 2021 sebagai wadah kader Muhammadiyah di lingkungan kampus untuk memperkuat dakwah sekaligus mengorganisasi gerakan secara lebih sistematis. Keanggotaannya mencakup dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga alumni.
Secara nasional, PRM berbasis Perguruan Tinggi Negeri sebelumnya telah berdiri di Universitas Indonesia dan Institut Pertanian Bogor. Dengan demikian, PRM UGM menjadi ranting ketiga di Indonesia dan yang pertama di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Setelah melalui proses panjang, PRM UGM resmi memperoleh Surat Keputusan pendirian dari PDM Sleman pada 25 Agustus 2024. Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat, diawali dengan pembacaan SK oleh Sekretaris PCM Depok Ahmad Maftuhin, S.H.I., kemudian dilanjutkan ikrar pimpinan yang dipandu Ketua PCM Depok H. Muhammad Ichsan, S.E., M.M.
Untuk periode Muktamar 2022–2027, PRM UGM dipimpin oleh Prof. Ir. Panjono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. bersama sejumlah anggota dari berbagai latar belakang keilmuan di UGM.
Ketua PCM Depok, Muhammad Ichsan, menyampaikan rasa syukur atas terbentuknya PRM UGM sebagai ranting ke-10 di wilayahnya. Ia berharap kehadiran PRM ini dapat memperkuat sinergi dakwah di kawasan Depok, Sleman, serta mendorong lahirnya ranting Muhammadiyah di perguruan tinggi lainnya.
Sementara itu, Ketua PRM UGM Prof. Panjono menegaskan bahwa pengukuhan ini menjadi awal dari tanggung jawab besar. Menurutnya, PRM UGM mengemban dua misi sekaligus, yaitu misi persyarikatan Muhammadiyah dan misi akademik UGM.
“Ini bukan hal yang ringan. Kami harus mampu merancang program yang terarah agar keberadaan PRM benar-benar memberi kontribusi bagi Muhammadiyah dan juga kemajuan UGM,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah kegiatan awal telah dijalankan, seperti kajian daring, pembinaan mahasiswa, serta dukungan terhadap organisasi otonom Muhammadiyah seperti IMM dan unit kegiatan mahasiswa.
Direktur SDM UGM Prof. Suadi, yang mewakili Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., menyampaikan harapan agar kehadiran PRM UGM mampu menjaga harmoni dalam kehidupan kampus. Ia menekankan pentingnya semangat fastabiqul khairat atau berlomba dalam kebaikan sebagai landasan membangun lingkungan akademik yang inklusif.
“Semoga PRM UGM dapat memperkuat sinergi dan menghadirkan kebahagiaan dalam kehidupan kampus,” ujarnya.
Pengukuhan ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah, menandai awal langkah PRM UGM dalam mengembangkan dakwah Islam berkemajuan di lingkungan perguruan tinggi negeri.

