BeritaKesehatanPersyarikatan

Lazismu Bantul Kota Resmikan Rumah Singgah bagi Driver Ambulans

BANTUL – Kantor Layanan (KL) Lazismu Bantul Kota meresmikan rumah singgah bagi pengemudi ambulans sebagai bentuk kepedulian terhadap para relawan dan pengemudi yang memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat. Peresmian berlangsung di rumah singgah yang berada di selatan Gapura Nogosari, Kalurahan Trirenggo, Kapanewon Bantul, Sabtu (26/9/2026).

Rumah singgah tersebut diresmikan oleh Panewu Anom Kapanewon Bantul, Retno Yuliastuti, S.Pd., M.M. Lokasinya cukup strategis karena berada beberapa ratus meter di sebelah timur RSUD Panembahan Senopati dan tidak jauh dari RS PKU Muhammadiyah Bantul maupun RS Paru Respira.

Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirene ambulans. Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur RS PKU Muhammadiyah Bantul dr. Fauzan, M.M., jajaran pengurus MPKS PDM Bantul H. Sudadi dan M. Farid Hadiyanto, S.E., Ketua PCM Bantul Sumarno, M.Pd., Ketua KL Lazismu Bantul Kota Dwi Sumaryanto beserta jajaran, para pengemudi AmbulanMu, Ambulan NU dan sejumlah lembaga lainnya.

Turut hadir Lurah Trirenggo Ernawati Kusumaningsih, M.Or., serta sejumlah tokoh dan tamu undangan.

Ketua KL Lazismu Bantul Kota, Dwi Sumaryanto, mengatakan rumah singgah tersebut disiapkan sebagai tempat beristirahat bagi para pengemudi ambulans yang sedang mengantar maupun menunggu pasien menjalani perawatan di rumah sakit.

Menurutnya, pengemudi ambulans kerap harus menunggu dalam waktu cukup lama setelah mengantarkan pasien. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap tempat istirahat yang layak menjadi penting.

“Rumah singgah berfungsi untuk tempat singgah para driver yang melayani pasien dari berbagai wilayah. Biasanya para driver juga menunggu, ibarat kerja 24 jam maka sangat lelah. Ada yang menunggu di angkringan, ada yang menunggu di kantor kami tapi tempatnya terbatas. Maka rumah singgah ini kami buat,” jelas Dwi.

Rumah singgah tersebut dilengkapi sofa untuk beristirahat serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). Bangunan berdiri di atas tanah yang dipinjamkan oleh keluarga Paidi.

Dwi menegaskan, fasilitas tersebut terbuka bagi pengemudi ambulans dari berbagai daerah dan lembaga, tidak terbatas pada ambulans yang berada di bawah Lazismu atau Muhammadiyah.

“Yang mau istirahat silakan, ambulans dari mana saja, tidak hanya dari Bantul,” tambahnya.

Keberadaan rumah singgah tersebut mendapat sambutan positif dari Ketua PCM Bantul, Sumarno. Menurutnya, fasilitas itu akan memberikan manfaat bagi para pengemudi ambulans yang harus menunggu pasien di rumah sakit.

Selain menjadi tempat beristirahat, rumah singgah juga dapat menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan berbagi pengalaman antarpengemudi ambulans.

“Lokasi rumah singgah ini juga tidak terlalu jauh dari rumah sakit. Nanti di sini para driver selain beristirahat juga bisa saling tukar cerita dan pengalaman, sembari menunggu pasien yang diantar ke rumah sakit,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RS PKU Muhammadiyah Bantul, dr. Fauzan, mengapresiasi keberadaan berbagai layanan ambulans yang selama ini membantu masyarakat. Menurutnya, pelayanan tersebut berasal dari berbagai unsur, baik Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, ambulans desa, lembaga swadaya masyarakat maupun organisasi lainnya.

“Baik dari Muhammadiyah dan NU, ambulans desa, LSM dan yang lain,” katanya.

Ia menilai keberadaan ambulans sangat penting karena terdapat kondisi pasien yang membutuhkan penanganan rumah sakit secara cepat. Para pengemudi dan relawan ambulans pun dituntut memberikan pelayanan tanpa mengenal waktu.

“Kerja panjenengan sedaya betul-betul tidak mengenal waktu,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, juga diperkenalkan satu unit ambulans baru milik layanan ambulans Muhammadiyah Bantul Kota. Ambulans tersebut telah dilengkapi dengan perangkat standar ambulans gawat darurat, antara lain sistem sentral oksigen dan fasilitas kelistrikan untuk mendukung penggunaan peralatan monitor.

Koordinator Ambulans Muhammadiyah Bantul Kota, Wachid Mariyanto, mengatakan ambulans baru tersebut juga disiapkan untuk mendukung penanganan kebencanaan.

Sebelum penambahan armada, layanan ambulans Muhammadiyah Bantul Kota memiliki tiga unit. Dalam kondisi tertentu, terutama ketika terdapat permintaan pengantaran pasien secara bersamaan, keterbatasan armada membuat satu ambulans terkadang harus menangani dua pasien pada waktu yang berdekatan.

“Tambahan satu unit ini tentu sangat membantu meningkatkan pelayanan bagi masyarakat,” kata Wachid.

Ia juga menyambut baik hadirnya rumah singgah yang dinilai dapat membantu para pengemudi ambulans beristirahat ketika menunggu pasien. Lokasinya yang berdekatan dengan sejumlah rumah sakit menjadi salah satu keunggulan fasilitas tersebut.

“Dengan adanya rumah singgah ini kami juga menyambut baik. Bisa sebagai tempat istirahat teman-teman driver ambulans. Lokasinya tidak jauh dari RS di sekitar, selain RSUD Panembahan Senopati dan RS PKU Muhammadiyah Bantul, juga tidak jauh dari RS Paru Respira,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *