Kesehatan Menghampiri, Bukan Dihampiri: KKN IPE UMY Hadirkan Layanan Cek Kesehatan Gratis Serentak 12 RT ke Srunggo 2
IMOGIRI, BANTUL (05/02/2026) muhammadiyahbantul.id– Balai Dusun Srunggo 2 yang biasanya sepi, kini ramai dikunjungi warga sejak pagi. Para lansia dengan kartu identitas yang berjalan tertatih hingga keluarga yang menemani orang tuanya, semua datang untuk mengikuti program cek kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh Tim KKN International Professional Education (IPE) 024 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Senyum lega terpancar di wajah mereka yang tidak perlu lagi jauh-jauh ke fasilitas kesehatan untuk memeriksakan kondisi tubuh.

Selama enam hari berturut-turut, sejak 22 hingga 27 Januari 2026, mahasiswa Fakultas Kesehatan UMY yang terdiri dari program studi Kedokteran Umum, Kedokteran Gigi, Keperawatan, dan Farmasi menghadirkan layanan pemeriksaan (05/02/2026)kesehatan komprehensif yang menyasar 360 warga dari 12 RT di Dusun Srunggo 2. Program ini dirancang khusus dengan sistem open gate dan registrasi menggunakan tiket untuk memudahkan tracking kuota serta memastikan warga yang memenuhi kriteria dapat terlayani dengan baik.
Rendy Aldian Permadi selaku Ketua Pelaksana kegiatan, menjelaskan latar belakang pemilihan program ini. “Kami tim KKN yang seluruhnya berasal dari bidang kesehatan mencari kegiatan yang sesuai dengan kompetensi. Setelah melihat kondisi lapangan, ternyata di Dusun Srunggo 2 banyak warga yang menderita hipertensi dan diabetes. Ini berbanding lurus dengan kebutuhan mereka, sehingga kami putuskan untuk mengadakan cek kesehatan gratis”, ujarnya.

Program yang bekerja sama dengan Puskesmas Imogiri 2 ini dilaksanakan setiap hari dari pukul 08.00 hingga 11.00 siang dengan sistem pembagian dua RT per hari. Pelayanan dibuka dengan registrasi, dilanjutkan pemeriksaan lengkap meliputi cek tensi, GCU test untuk gula darah, pengukuran lingkar lengan, berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut. Warga juga diminta mengisi screener paper yang berisi informasi pola hidup, riwayat penyakit, dan keluhan yang dirasakan sehari-hari, data penting yang dibutuhkan pihak puskesmas dalam memahami kondisi kesehatan terkini dari masyarakat.
Yang membuat program ini berbeda adalah pendekatan personal yang diberikan. Setelah rangkaian pemeriksaan selesai, setiap warga mendapat penyuluhan personal sesuai hasil pemeriksaan mereka. Tim KKN memberikan saran pola hidup yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing peserta. “Misalnya ada yang hasil tensinya tinggi, kami langsung berikan edukasi bagaimana menjaga agar nilai tersebut tetap stabil”, jelas Rendy.
Tidak hanya pemeriksaan, warga juga mendapat edukasi melalui sesi penyuluhan tentang stunting dan penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi. Tim KKN menyediakan leaflet informatif yang tidak hanya berisi epidemiologi dan patofisiologi, tetapi juga jembatan keledai berupa singkatan mudah diingat terkait tips modifikasi gaya hidup. Leaflet tersebut juga dilengkapi informasi kontak Puskesmas Imogiri 2 untuk kemudahan akses fasilitas kesehatan terdekat.
“Senang sekali ada kegiatan ini. Saya bersyukur untuk cek kesehatan gak perlu antri lama dan jauh-jauh, dekat dari rumah”, ungkap Bu Pariyati, salah satu warga yang mengikuti pemeriksaan.
Apresiasi serupa disampaikan oleh perwakilan Ibu Kader Sekar Indah yang mewakili masyarakat Dusun Srunggo 2. “Kami sangat senang dan terbantu dengan program-program kalian. Semoga kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan lagi dengan penyuluhan kesehatan yang lebih mendetail, khususnya pada penyakit tidak menular agar masyarakat lebih memahami”, ujarnya. Ia juga menyampaikan harapan agar hubungan silaturahmi tetap terjalin meskipun program KKN telah berakhir.
Meski berjalan lancar, Rendy mengakui ada kendala yang dihadapi. “Tantangan terbesar dari warganya sendiri terutama RT yang letaknya paling jauh dari balai dusun, partisipasinya paling rendah”, jelasnya. Faktor lain yang menyebabkan tercapainya angka 154 partisipan dari target kuota awal adalah jumlah warga yang memang tidak mencapai 30 kepala keluarga per RT.
Namun kendala tersebut tidak mengurangi kebahagiaan tim pelaksana. “Ini pertama kali saya melakukan kegiatan seperti ini bersama teman-teman dan antusiasme warga sangat baik. Saya merasa sangat senang sekali”, ujar Rendy. Pak Dukuh Srunggo 2 pun menyampaikan rasa syukurnya karena kegiatan ini dilaksanakan secara menyeluruh sesuai dengan kebutuhan warga.
Rendy menyampaikan harapannya untuk keberlanjutan program ini. “Melalui edukasi tentang pentingnya gaya hidup dan pola hidup sehat, kami berharap masyarakat semakin paham dengan apa yang mereka lakukan terutama pada pola hidup, agar nantinya menjadi lebih sehat dan lebih peduli dengan penyakit diabetes dan hipertensi, sekaligus kondisi stunting yang masih menjadi perhatian bersama hingga kini”, tutupnya.
Program cek kesehatan gratis ini membuktikan bahwa mahasiswa kesehatan UMY tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga turun langsung memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan menggabungkan kompetensi akademik dan kepedulian sosial, mereka menghadirkan solusi kesehatan yang tepat sasaran dan bermakna bagi warga Dusun Srunggo 2.

