BeritaKesehatanPendidikanSosial

Mahasiswa Kesehatan UMY Kenalkan PHBS dan Kesgilut Sejak Dini: Siswa SD Srunggo Antusias Ikuti Edukasi Interaktif

IMOGIRI, BANTUL (28/01/2026) – Aula SDN Srunggo dipenuhi keceriaan 25 siswa kelas 3 yang duduk rapi di atas tikar pada sebuah aula. Mata mereka berbinar penuh antusiasme menyambut kedatangan mahasiswa Tim KKN International Professional Education (IPE) 024 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Suasana interaktif langsung terasa sejak mahasiswa kesehatan memperkenalkan diri dan memulai sesi edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Kesehatan Gigi dan Mulut (Kesgilut).

Kegiatan edukasi ini menjadi bagian dari program KKN yang secara khusus menyasar siswa sekolah dasar. Rendy Aldian Permadi selaku Ketua Kelompok KKN menjelaskan alasan pemilihan sasaran ini. “Komposisi kita ada prodi kedokteran gigi, jadi kami masukkan kegiatan ini ke dalam skema KKN untuk pemerataan porgram kerja sesuai kompetensi masing-masing program studi. Untuk masalah gigi anak SD masih awam, jadi kami ingin menyasar mereka agar paham dan sadar secara dini “, ujarnya.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan persiapan ruangan yang dilengkapi proyektor dan sound system. Setelah siswa berkumpul, mahasiswa melakukan perkenalan dan pre-test untuk mengukur pemahaman awal siswa. Materi PHBS dibawakan oleh Zhafira dan Farah, sementara materi kesehatan gigi dan mulut disampaikan oleh Cindy, Gilang, dan Fafa.  Kegiatan ini berbeda melalui pendekatan interaktif yang diterapkan. Materi disampaikan dengan metode menyenangkan, diselingi sesi tanya jawab dengan hadiah set alat tulis bagi siswa yang aktif. “Awalnya anak-anak kelas 3 memang kurang ter-trigger dan agak diam, tapi setelah sistem penyampaian dan tanya jawab dilakukan di satu sesi yang sama, mereka sangat antusias sekali mengikuti kegiatan”, ungkap Rendy.

Kepala Sekolah SDN Srunggo menyambut program ini dengan sangat terbuka dan memberikan fasilitas penuh. Beliau menyatakan senang dengan kedatangan tim KKN karena bisa langsung berinteraksi dengan anak-anak secara langsung menggunakan metode yang menyenangkan. Apresiasi juga datang dari Kepala Dukuh setempat yang ternyata sasaran KKN kesehatan ini benar-benar menyeluruh. Tidak hanya pada lansia atau usia produktif, tetapi juga pada anak-anak yang memang sangat perlu arahan sejak dini.

Kegiatan edukasi ini menunjukkan hasil yang menggembirakan berdasarkan evaluasi pre-test dan post-test. Dari 25 siswa yang mengikuti kegiatan, hasil menunjukkan peningkatan pemahaman dengan rata-rata nilai meningkat dari 4,38 menjadi 4,50 dari 5 soal. Yang paling membanggakan, jumlah siswa yang mencapai nilai sempurna meningkat dari 14 siswa (58,3%) menjadi 19 siswa (79,2%), membuktikan efektivitas metode penyampaian yang interaktif dan menyenangkan.

Meski menghadapi sedikit kendala berupa fokus anak-anak yang belum sepenuhnya terkumpul, mengingat usia mereka yang masih kelas 3 SD. Namun kegiatan secara keseluruhan berjalan lancar. Praktik langsung cara menyikat gigi yang benar dan cuci tangan 6 langkah WHO berhasil menarik perhatian penuh para siswa. Kegiatan ditutup dengan pembuatan konten dokumentasi dan foto bersama.

“Bahagia sekali melihat antusiasme anak-anak yang sangat baik. Rasanya sangat senang sekali”, ungkap Rendy mengungkapkan kesan pribadinya. Ia berharap melalui kegiatan edukasi ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan gambaran awal, namun mendapatkan perasaan yang menyenangkan untuk terus meningkatkan kesadaran dan inisiatifnya dalam penerapan di kehidupan sehari-hari”, tambahnya.

Kegiatan yang diikuti oleh 25 siswa ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan sejak dini dapat dikemas dengan cara yang menyenangkan tanpa mengurangi substansi pembelajaran. Para siswa pulang tidak hanya membawa pengetahuan baru tentang PHBS dan kesehatan gigi mulut, tetapi juga semangat untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tim KKN IPE 024 UMY telah menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan yang efektif dimulai dari pendekatan yang tepat sasaran dan metode yang interaktif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *