SD Muhammadiyah Pepe Raih 2 Emas, 4 Perak, dan 2 Perunggu pada Kejurkab IPSI Bantul 2025
Bantul — Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Pencak Silat IPSI Bantul Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kabupaten Bantul berlangsung sukses dan melahirkan atlet-atlet pencak silat muda berprestasi. Kejuaraan ini digelar pada tanggal 19–23 Desember 2025 bertempat di GOR Wifa Sport Bantul, dan diikuti oleh ribuan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan se-Kabupaten Bantul.
Dalam ajang bergengsi tingkat kabupaten tersebut, SD Muhammadiyah Pepe (SD Muh Pepe) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih total 8 medali, yang terdiri dari 2 medali emas, 4 medali perak, dan 2 medali perunggu. Prestasi ini menjadi bukti nyata pembinaan olahraga pencak silat yang berjalan dengan baik di lingkungan sekolah.
Dua medali emas berhasil disumbangkan oleh Riffat Fahrezi Firjatullah dan Azka Alfarizi Putra yang tampil gemilang di kelas masing-masing. Sementara itu, empat medali perak diraih oleh Kahfi Ibrahim, Alfiandra Pratama, Riko Adi Wicaksono, dan Nabila Hasna Amira. Adapun dua medali perunggu diperoleh oleh Muhammad Khasanova dan Mafazan dari PP Al Mansur.
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran para pelatih, yaitu Bapak Marwanto, Arif Satria Budiman, dan Dedi Apriyanto, yang secara konsisten membina dan mendampingi para atlet muda dalam latihan maupun pertandingan.
Kepala SD Muhammadiyah Pepe, Bapak Hanif Kurniawan, didampingi guru pembimbing Ibu Ismawati, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian para siswa. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya serta mendorong peningkatan prestasi pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya.
“Alhamdulillah, kami sangat bangga atas perjuangan dan pencapaian anak-anak. Semoga ke depan prestasi ini dapat terus meningkat dan menjadi awal lahirnya atlet pencak silat berprestasi di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen SD Muhammadiyah Pepe dalam mendukung pengembangan potensi siswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik, khususnya olahraga pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. ~Budi Santoso

